Langsung ke konten utama

puisi terakhir

  Malam basah oleh gerimis gontai,
Nyiur, beringin pun ikut terseok
Kristal bening terus meleleh,
Tak hanya dari awan kelabu
Tapi, jua dari sudut mataku
Menyeka derai air mata, sejenak lari dari perih
ku raih buku bersampul merah
kusam, berlubang, sobekan menganga disana-sini,
 bagai buku tua dari abad sebelum masehi
yang terkubur atau jadi harta karun
tersenyum, tergelitik, tertawa tiada arti
baca sajak romance, prosa rapuh dan cerita nonfiksi
berkisah tentang kebaikanmu yang buatku berdecak kagum
lalu, larut dalam kharismamu
hingga akhirnya tumbuh benih perasaan
ku buka lembar-lembar berikutnya
alkisah, perasaan itupun terpupuk dan tumbuh subur
 bertindak bak sebuah prisma
 yang berdispersi hingga membuat hari penuh warna
kadang cerah, gelap dan kelam
cerah, saat hatiku berdesir
dengan rentetan kebaikan yang kau ukir
gelap, saat aku mulai lenyap
dalam kebisuan detik-detik harap
kelam, saat keheningan malam
menertawakan aku yang mencintai dalam diam
bagai busur panah melesat
menusuk, tertancap dalam relung
ketika helai putih tipis ini
bersyair dalam kesedihan
tentang cemburu, curiga dan kejenuhan menunggu
menangis, ingat luka sembilu itu
meski halaman terakhir tentang cerita bahagia
tentang suntikan semangat yang terakhir kau beri
tapi, luka ini meluluh lantahkan senyum semangat
membuat memar hati
menjadi stimulus untuk menuliskan ini
aku tak setegar rumput liar
yang kuat menahan nanar
aku hanya wanita biasa
punya hati, punya rasa
sebelum aku terbunuh dalam harapan kosong
tumbang oleh sang waktu
ijinkan aku menuliskan sajak tak bermakna ini
inilah puisi terakhir, diksi terakhir, goresan pena terakhir
dariku tentangmu
kamu, yang tak pernah tau hatiku
kamu, yang buatku bahagia dan luka dalam satu waktu
kamu, yang slalu setia ku tunggu hari ini, esok dan seterusnya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kata orang

Kata orang, laki-laki yang baik mencari perempuan yang baik. Kata orang, perempuan yang baik adalah perempuan yang sholeha. Kata orang, perempuan sholeha adalah idaman. Tapi, nyatanya itu hanya kata orang . Malam itu, aku tau bahwa tidak semua orang berpikir sama dengan "kata orang". Malam itu, aku paham bahwa setiap orang boleh berasumsi tapi masing-masing punya prinsip sendiri dalam hati. Dalamnya lautan bisa diukur, tapi dalamnya hati siapa yang tau. Dan kamu, tidak akan pernah tau betapa dalam rasa sakit hati seorang Perempuan yang kau hempas begitu saja, hanya karena kamu merasa Ia terlalu baik. Tapi, itu tidak penting. Lupakan saja. Yang harus kamu tau adalah, Perempuan baik akan selalu memaafkan dan mengikhlaskan.

Bahagia yang sederhana

Pasca kehidupan kampus, banyak hal-hal yang aku lewati.  Bahagia, sedih, galau, khawatir, ragu dan lain sebagainya. Sama seperti kebanyakan orang, aku pun juga mengalami  "quarter life crisis".  yeah, dan itu adalah moment paling nggak enak banget menurutku. Dimana saat itu, aku merasa bahwa aku hidup tapi aku nggak berguna. aku hidup buat apa? aku kok nggak berguna? hey, Uzi yang dulunya waktu kuliah punya banyak impian pasca kuliah, sekarang kamu bisa apa? kamu siapa? hah? beribu pertanyaan memenuhi otakku sendiri. Kala itu, aku sebenernya sudah mulai bekerja. Yap,Alhamdulillah aku mulai kerja sudah dari selepas aku wisuda, bulan Desember. aku kerja di sebuah startup yang baru mulai dirintis, namanya:    beniso.id  jadi, aku pun jadi semacam  first employee  nya. Beniso belum punya kantor resmi jadi aku bisa bekerja  remote  dari rumah. Nah, mungkin karena aku dirumah, dan keluargaku kerja semua kalau jam kerja, jadi aku dirumah sendiri, sepi dan membuatku sering bertan

Graduation

Nduk, maafkan Bapak tak dapat membersamaimu di hari bahagiamu memakai toga. Semoga kamu tak bersedih hati meski tanpa ada Bapak di sisi. Bapak, tiada kesedihan pada hati yang ikhlas. Segala skenario hidup ini merupakan takdir dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui yang wajib di imani. Duhai Bapak, lihatlah senyuman ini, tanpa ada genang air di netra. Percayalah Pak, bahagia ini murni lahir dan batin. Meski Bapak hilang dalam pandang dan hanya bisa ku kenang tapi cinta Bapak tak kan lekang. Akhirnya impian Bapak terwujud ya, anak Bapak telah menjadi bagian dari Universitas Gadjah Mada 😊 Meski dunia kita tlah berbeda, ku yakin Bapak juga ikut bahagia dari atas sana. Terimakasih alm.Bapak, Ibu, Mas, Mbak dan keponakan untuk kasih sayang dan segala support selama ini.  Saatnya berkarya untuk membahagiakan yang masih ada dan tak lupa mengirim bait-bait doa pada yang tlah tiada. Teman-teman bersyukurlah jika saat wisuda masih ditemani kedua orangtua lengkap. Pun bagi yang sudah ta