(ini cerpen lama :D..)
Rinai hujan mengguyur deras bumi pertiwi. Alunan
hujan seperti membawa cerita tentang ulasan masa lalu. Hari ini 3 April 2012…
tepat dua tahun, setelah kisah klimaks atau antiklimaks itu.. entahlah aku
sendiri tak mengerti.. klimaks atau antiklimakskah?
Hari ini, semua telah tuntas. Perasaan yang mekar
dua tahun silam, telah benar-benar hilang dan lenyap. Namun, kenangan itu,
masih terperanjat dalam memori otakku.
29 Januari 2010, awal
perasaan itu !
Mega merah, mulai menyapa menyambut lembayung senja
yang datang. Angin semilir menyibak anak rambut dua lelaki di depan Retsi dan
aku, menelisik lembut mengibarkan perlahan jilbab kami. Gemercik air sungai di
pematang sawah kanan-kiri kami, memperindah senja itu.
Disini.. di pinggir sawah ini, hanya ada aku,
Retsi, Kiki, dan Deni. Retsi dengan jilbab putih dan kaos biru langit mendesak
Deni menjelaskan semuanya. Menjelaskan masalah mereka, yang aku sendiri tak
tahu-menahu apa masalahnya. Namun, Deni masih saja bergeming. Membungkam, tak
mau mengatakannya jika masih ada aku dan Kiki disini. Kiki, lelaki berperawakan
tidak terlalu tinggi, dengan hidung mancung dan memakai kaos merah mengajakku
pergi dari tempat ini. menjauh dari Retsi dan juga Deni.
“Ayo, Re! biar Retsi sama Deni disini dulu,
nylesaiin masalah mereka. Ayo kita kesana!” Kiki menunjuk ujung sawah.